Setelah 6 Bulan Membeku, Lahirlah Bayi Cantik

Posted on February 28, 2009. Filed under: kesehatan, sains | Tags: , , |

SANG ibu sangat gembira setelah memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan sempurna dari hasil sel telurnya yang telah dibekukan selama enam bulan, sebelum dibuahi sel spermatozoa suaminya. Teknik baru ini disebut vitrification atau vitrifikasi sel telur.

Bayi pertama di Australia yang lahir dengan teknologi pembekuan sel telur itu adalah Lucy (bukan nama sebenarnya). Bayi perempuan itu dilahirkan pada Oktober 2008 di North Sydney, Australia.

Kedua orangtua bayi yang namanya juga dirahasiakan mengaku sangat gembira. “Suami saya dan saya sangat senang dengan gadis kecil kami yang cantik. Kami sangat senang untuk memiliki lebih banyak anak-anak dan akan memilih untuk perawatan IVF (in vitro fertilization) sekali lagi,” ujar sang ibu berusia 38 tahun itu kepada Daily Telegraph, Sabtu (21/2).

Dengan teknik pembekuan sel telur, setiap wanita mempunyai pilihan dalam reproduksi mereka. Mereka bisa menunda memiliki anak. Teknik ini juga sangat cocok bagi penderita kanker sebelum mereka menjalani radiasi dan kemoterapi. Sebab, kemoterapi kerap berdampak merusak sistem reproduksi.

Keberhasilan tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan minat pada pembekuan sel telur. Sebab, selama ini proses tersebut sulit berhasil karena sel telur manusia sangat rapuh. Teknik pembekuan sel telur ini sebagian besar diminati wanita single yang ingin menunda punya anak.

Proses yang memakan biaya 10.000 dollar Australia (sekitar Rp 80 juta) itu akan memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk membekukan sel-sel telur di awal usia 30 tahun untuk kemudian memiliki anak di pengujung usia 30-an.

Nitrogen cair

Selama ini tingkat keberhasilan teknik tersebut di luar Australia sangat rendah, hanya berkisar 63 persen. Kondisi itu memperlambat kemajuan teknik telur beku. Namun, sejak Juli 2006, Sydney IVF menawarkan teknik vitrifikasi sel telur yang memberikan tingkat keberhasilan hampir 100 persen.

Tingginya tingkat keberhasilan itu berkat teknik revolusioner pembekuan sel telur yang dilakukan. Terobosan IVF yang baru ini menerapkan snap freezing terhadap sel telur, merupakan sel terbesar dalam  tubuh dan mengandung banyak air.

Masalah klasik yang dijumpai dalam pembekuan telur adalah turunnya suhu di bawah titik beku. Es kristal di dalam telur akan menyebabkan kerusakan pada bahan genetik. Namun, dengan metode baru, yakni disimpan dalam uap nitrogen cair, kerusakan bisa diatasi.

Teknik vitrifikasi telah digunakan di seluruh dunia untuk membekukan embrio, tetapi tidak pernah berhasil digunakan di Australia untuk membekukan telur.
General Manager Sydney IVF Dr Kylie de Boer berharap jumlah perempuan dan pasangan yang ingin membekukan telur mereka dapat meningkat. “Banyak perempuan yang ingin membekukan telur mereka untuk alasan sosial, seperti belum siap memiliki anak atau untuk alasan medis,” katanya.

“Kami mendapat sekitar lima sampai 10 permintaan sebulan dari sekarang untuk pembekuan telur demi alasan sosial. Teknik ini memberikan semua orang pilihan reproduksi,” imbuhnya.

Di Australia, sejauh ini baru 25 pasangan yang menggunakan pembekuan sel telur. Australia merupakan satu dari beberapa negara, termasuk Italia dan Jepang, yang menggunakan proses tersebut. Proses ini melibatkan hingga 10 sel telur yang dibekukan dan disimpan dalam uap nitrogen cair. Apabila seorang wanita siap mempunyai anak, telur akan dibuahi dengan sperma, kemudian embrio akan ditanamkan pada wanita tersebut.

Dr de Boer berharap lebih banyak perempuan single atau pasangan akan menjalani prosedur tersebut. Menurut dia, perempuan berusia 72 tahun dapat melahirkan di luar negeri karena IVF Sidney dan kebanyakan klinik di Australia menentang perempuan berusia lebih dari 45 tahun mengikuti
perawatan IVF.

Orangtua Lucy, yang tidak ingin teridentifikasi, menggunakan proses ini sebagai bagian dari perawatan IVF. Ibu Lucy saat menjalani proses itu masih berusia 37 tahun. Dia menyimpan sel telurnya selama enam bulan sebelum dibuahi dan dilakukan penanaman embrio. (Daily telegraph/news com au/dri)

sumber : KOMPAS.COM

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: